Senin, 31 Desember 2007

Cara Mudah Perawatan 'Air Filter' Mobil Anda


Cara Mudah Perawatan ‘Air Filter’ Mobil Anda

KapanLagi.com - Seperti halnya manusia, jeroan mesin harus senantiasa sehat dan bersih. Itulah sebabnya, filter udara terasa begitu penting. Bila peranti penyaring kualitas udara menuju bahan bakar tak berfungsi dengan baik, udara yang masuk bersama bahan bakar menuju ruang mesin adakalanya bercampur debu dan mengganggu kinerja mesin. Paling sederhana mengakibatkan mesin ‘terbatuk-batuk’.

Untuk itu, ada baiknya kita selalu teliti dalam memilih filter udara yang dijual di pasaran. Memang, perawatannya relatif mudah, tinggal melepas filter dari sarangnya, lalu menyemprotkan kompresor. Cuma, bila tak dirawat dengan baik, amat mungkin tak bisa panjang umurnya.

Berbagai merek saringan udara amat melimpah di pasaran saat ini. Dari yang terbuat dari karton dan menjadi suku cadang standar kendaraan. Menyimak aneka jenis filter udara yang ada di pasaran, tentulah cara merawatnya berbeda-beda. Karena itu, cermati trik jitu agar saringan tetap bersih dan terawat dengan baik.

Untuk filter yang terbuat dari karton, usia pakainya paling banter Cuma sekitar 2500 km hingga 5000 km. Selebihnya, harus segera diganti. Karena kelemahan dari filter ini, pada usia pakai tertentu, permukaan karton menjadi ‘berbulu’. Bila hal ini dibiarkan, serpihan lembut yang bercampur dengan debu itu bisa ikut masuk ke ‘dapur pacu’ alias ruang pembakaran. Efek sampingnya, permukaan silinder akan tergores.

Merawat filter karton, relatif mudah. Angkat filter dari sarangnya, lalu bersihkan dengan kompresor udara. Kalau perlu, bagian pinggir filter diketuk pakai gagang obeng hingga debu yang melekat rontok semua.


Berbeda dengan filter yang terbuat dari spons. Umumnya mampu bertahan hingga 15.000 km atau setahun pakai. Seringan yang satu ini, merawatnya juga mudah. Celupkan saringan spons ke dalam air, lalu cuci pakai deterjen. Setelah benar-benar bersih, keringkan dengan cara diangin-anginkan ataupun dijemur tapi jangan sampai kena matahari secara langsung. Setelah kering, filter siap dipasang kembali.

Untuk filter berbahan serat katun, lain lagi ceritanya. Yang satu ini, perawatannya rada mahal, lantaran harus dibersihkan pakai cairan khusus. Untuk K&N misalnya, ada larutan pembersihnya sendiri. Pembersih yang terdiri dari sabun khusus dan oli ini, penggunaannya agak khusus.

Setelah filter dilepas dari rumahnya, kemudian peranti penyaring udara itu diketok hingga semua debu dan kotoran yang menempel rontok semua. Namun, saat ‘mengetok’ filter udara tersebut, usahakan menggunakan landasan yang empuk, seperti ban misalnya.

Tahap selanjutnya adalah menyiram filter tersebut dengan air yang mengalir, baru kemudian disemprot dengan cairan sabun khusus. Setelah didiamkan selama kurang lebih 5 menit, filter tersebut kemudian disiram kembali dengan air. Proses tersebut diulang hingga air sisa pencucian terlihat lebih bening.

Sebelum proses pengolesan dengan oli dilakukan, filter mesti dikeringkan. Ada dua cara yang dianjurkan, yakni yang pertama dengan hair dryer atau dengan compressor, tetapi dengan tekanan angin yang serendah mungkin. Akhir dari proses perawatan filter udara ditutup dengan pengolesan oli khusus.

Kamis, 20 Desember 2007

Timing Belt

Timing belt adalah suatu komponen dalam mesin mobil yang punya tugas mengatur kerja mesin yaitu menghubungkan putaran crankshaft ( penggerak piston ) dan putaran camshaft ( penggerak klep ) sesuai dengan firing order masing masing silinder.Komponen ini sewaktu- waktu bisa putus karena materialnya yang memang dibuat dalam kekuatan pada jangka waktu tertentu.Kapan saat putuspun sulit dideteksi oleh orang yang tak mengerti tentang mesin karena gejalanya tidak jelas dan tempatnya ada didalam mesin (tidak terlihat dari luar).Masih dekat dengan kerja timing belt ada lagi satu komponen yaitu bearing tensioner yang berfungsi menjaga kekencangan dari timing belt.Seorang mekanik yang berpengalaman biasanya dapat mendeteksi kerusakan yang terjadi pada komponen ini dengan mendengarkan suaranya saat mesin hidup.Untuk melihat tingkat kerusakannya kita harus melihat secara fisik dengan melepas komponen ini.Biasanya timing belt yang retak-retak bakalan putus dalam waktu dekat,jadi segeralah ganti bila ada indikasi seperti ini.
Gantilah timing belt paling lambat setiap 50.000 KM dan lakukanlah penggantian oleh mekanik yang ahli.Jangan coba-coba menggantinya sendiri jika anda tidak ahli dalam hal mesin atau tanyakan ke dealer mobil anda,saya sarankan juga untuk mengganti bearing tensionernya sekalian juga untuk menghindari 2 kali kerja yang tentunya tambah biaya.
Jika anda membeli mobil bekas ,segera ganti timing belt dengan yang baru terlebih dahulu sebelum anda mengoperasikan mobil tersebut.Mintalah yang genuine parts sehingga terjamin kualitas dan kekuatannya,jangan pilih yang harganya lebih murah tapi kualitas tidak terjamin,mendingan mahal tapi everlasting.(OS)

Selasa, 18 Desember 2007

Overheating? Don't worry

Pertolongan Pertama Pada Mesin Panas
Pada waktu enak-enaknya tancap gas,tahu-tahu indikator temperatur mesin langsung naik.tentunya hal ini membuat kita jadiketakutan dan juga bingung,lho kenapa nih mobil kok tiba-tiba jadi panas.Biasanya karena hal itu kita langsung nyetir nggak karuan karena panik.
Sebenarnya deteksi lain selain jarum indikator temperaturnya mulai naik tadi ada beberapa hal yang juga menunjukkan gejala mesin panas ,biasanya tenaga mobil mulai loyo tak bertenaga secara tibat-iba.Selain itu mesin mobil mendadak 'nglitik".Makanya,kalo mobil ngambek seperti itu langsung perhatikan indikator temperatur suhu mesinnya.
Langkah pertama yang harus dilakukan adalah kita lebih baik pinggirkan mobil terlebih dahulu karena kalau jarum temperatur sudah sampai area merah ( garis H ),seumpama mobil dipaksa jalan terus mesinnya bakalan jebol dan perbaikannya bakalan banyak juga.Jangan panik tunggu sampai mesin dingin sambil buka kap mesin dengan mesin mati tentunya.Ingat!Jangan sekali-kali membuka tutup radiatornya jika terjadi overheating,karena jika langsung dibuka maka uap air panas dari radiator akan menyemprot keluar.Selanjutnya periksa dulu apakah Radiator fan-nya bekerja dengan baik.Periksa saja dengan putar kunci kontak ke posisi ON,kipas harusnya berputar kerena mesin dalam keadaan overheating,kalo nggak berputar berarti ada yang bener dengan radiator fan-nya.Untuk model kipas pendingin manual (pakai fan belt),periksa fan belt apakah kendor/putus karena fan belt ini juga untuk memutar water pump.Periksa Fuse/sekering untuk fan radiator,kabel-kabel dari kemungkinan kendor/putus.Cek juga slang-slangyang terhubung dari radiator ke mesin,pastikan semuanya terpasang dengan benar dari lekukannya sampai klem penguncinya
Kalau dirasa mesin sudah dingin kira-kira 15 menitan baru periksa isi radiator apakah airnya habis,ingat pada saat membuka tutup radiator jangan langsung dibuka,melainkan perlahan dngan kain lap dengan tujuan agar uap air bisa keluar dahulu,setelah keluar semua baru tutup radiator bisa dilepas,setelah itu isi kembali radiator sampai penuh.Selanjutnya anda bisa jalan lagi setelah mesin dingin sambil cari bengkel terdekat atau tukang radiator untuk periksa radiatornya...tenang nggak usah panik!