Rabu, 02 Januari 2008


Tiga Langkah Berhemat Bahan Bakar

KapanLagi.com - Bisa menghemat pemakaian bahan bakar mobil adalah hal yang menarik. Selain volume mesin, tingkat konsumsi bahan bakar juga ditentukan oleh gaya kita mengemudi, kondisi mesin dan kekerasan tekanan ban.

Suka memblayer mesin, ngebut, bermain-main dengan akselerasi adalah sebagian dari gaya mengemudi yang boros bahan bakar. Sebaliknya, mengemudi dengan tenang, akselerasi lembut dan penempatan gigi perseneling yang pas bisa menekan konsumsi bahan bakar.

Tentu saja anda tidak bisa memaksa mobil V8 sehemat V4. Karena faktor kapasitas dan desain mesin, berat dan tahanan angin (aerodinamika) kendaraan, formula dan kualitas bensin tidak bisa anda kontrol. Jadi mengemudilah dengan akal sehat. Perawatan rutin dan kebiasaan mengemudi yang baik akan sangat membantu dalam berhemat.

Akselerasi Lembut

Mulailah mengemudi lebih lambat, dengan akselerasi lembut dan mengerem pelan-pelan. Semakin ngebut, semakin banyak bahan bakar yang dibutuhkan. Sekaligus memperbesar resiko. Pilihlah rute dengan sedikit kemungkinan macet. Manfaatkan siaran radio untuk itu. Penggunaan AC dan beban yang berlebihan memaksa mesin bekerja keras. Maka konsumsi bahan bakar juga meningkat.

Penelitian di AS, kecepatan yang direkomendasikan adalah 55 mil/jam (89km/jam) di jalan tol. Usahakan mengemudi dengan kecepatan konstan. Manfaatkan cruise control untuk perjalanan jauh.

Kenali Takanan Ban
Kapan terakhir kali anda memeriksa tekanan angin ban (TAB)? Umumnya hanya diperiksa ketika laju kendaraan terganggu. Bila TAB kurang, kerja mesin akan semakin berat, pemakaian bahan bakar otomatis meningkat. Artinya semakin sering antri dipom bensin.

Untuk menentukan TAB optimum, caranya gampang. Sebelumnya siapkan dulu alat pengukur tekanan ban yang berkualitas, kertas dan pen. Serta cara mengukur TAB yang tepat. Langkah pertama, periksa tekanan angin ban sebelum mobil dipakai. Catat hasilnya sebagai hasil pengukuran TAB dingin. Ulangi pemeriksaan pada saat mobil sudah dipakai sebagai pengukuran TAB panas. Biasanya TAB panas sedikit lebih tinggi dari TAB dingin. Namun TAB dingin-lah yang lebih akurat. Lakukan pengukuran pada seluruh ban. Spesifikasi TAB yang di keluarkan produsen ban mewakili TAB dingin ini.

Perakit mobil merekomendasikan tekanan angin yang berbeda untuk ban depan dan belakang. Sebaiknya anda lebih memperhatikan rekomendasi ini daripada angka yang tercetak di sisi luar ban untuk menentukan TAB mobil anda. Bandingkan TAB dingin dengan rekomendasi perakit mobil. Bila berbeda, maka anda harus menyesuaikannya.

Misalkan TAB dingin 32 Psi, sementara rekomendasi perakit mobil 35 psi, berarti 3 Psi yang harus ditambah. Jika, TAB panas 34 Psi, maka tambahlah tekanan angin ban hingga 37 Psi. Sebaliknya, bila TAB dingin lebih tinggi dibandingkan rekomendasi perakit, buang tekanan angin sesuai dengan selisihnya. Proses ini juga menggunakan patokan TAB panas. Bila selisih antara TAB dingin dan rekomendasi sudah diketahui, misalkan 2 Psi, dan TAB panas diketahui 38 Psi, maka kurangi TAB hingga tersisa 36 Psi

Patuhi Pola Perawatan Rutin

Kebanyakan mobil keluaran terakhir telah menggunakan teknologi canggih seperti pengapian elektornik yang perawatannya lebih sederhana. Namun tetap ada komponen yang butuh perhatian seperti mengganti filter udara secara periodik.

Mengatur kembali timing pengapian. Membersihkan busi, dan pastikan fungsi pengapian berjalan baik. Adanya lobang pada muffler atau di pipa knalpot akan memboroskan bahan bakar, berisik dan berbau busuk. (rsd)


Mobil Anda Mogok? Lakukan 'Jumpstart'!

KapanLagi.com - Saat mesin mobil kita sulit dinyalakan, biasanya kita melakukan jumpstart pada mobil kita. Ada banyak jenis jumpstart bisa dilakukan, seperti misalnya: dengan menggunakan aki mobil lain untuk men-'start' mobil kita atau mendorong mobil, dengan kondisi porseneling 'masuk'.

Mesin mobil yang susah di-'start', salah satu penyebabnya adalah tenaga yang dimiliki aki mobil tersebut tak memadai alias aki-nya lemah. Nah, berikut ini diberikan beberapa langkah melakukan jumpstart pada mobil dengan menggunakan aki mobil lain, yang tentunya dalam keadaan yang lebih baik.

1. Sebelum melakukan jumpstart, ada baiknya Anda mengutamakan faktor keselamatan, yakni dengan mempersiapkan kacamata bening dan sarung tangan.

2. Dekatkan posisi mobil yang memiliki aki yang kondisinya bagus sedekat mungkin dengan mobil yang hendak di-jumpstart. Kedua mobil jangan sampai bersentuhan atau menempel.

3. Pastikan mesin pada kedua mobil dalam keadaan mati dan posisi kontak dalam keadaan 'off', serta berada pada permukaan yang rata. Pasanglah rem tangan kedua mobil atau ganjal ban bagian depan dan belakangnya.

4. Pastikan lampu, lampu riting, radio dan AC dalam keadaan 'off'. Copotlah semua aksesoris mobil, seperti pemantik rokok dan soket listrik lainnya dari kedua mobil. Jumpstart aki dapat mencapai tegangan sebesar 300 volt pada sistem kelistrikan mobil Anda dan tegangan yang tiba-tiba naik dapat membahayakan peralatan kelistrikan di mobil Anda.

5. Periksalah elemen pada kedua aki, jika terdapat korosi, maka bersihkan dahulu dengan menggunakan kertas gosok atau benda lainnya. Kutub yang berkarat akan menghambat arus kelistrikan dari kabel ke dalam aki. Jangan lupa, kenakanlah sarung tangan demi keselamatan Anda. Periksa juga kondisi aki, jika aki rusak dan cairannya bocor, jangan dilanjutkan. Segera lepaskan aki dari mobil Anda dan belilah aki yang baru. Sebab jika Anda tetap melakukan jumpstart, bisa menyebabkan resiko yang terparah, yakni aki akan meledak. Pastikan juga elemen di dalam aki mobil yang lemah masih baik, dan permukaan larutan akinya tak kurang dari batas minimalnya.

6. Pasanglah salah satu ujung kabel jepit yang berwarna merah ke kutub positif (+)aki mobil yang bagus, dan pasangkan ujung satunya ke kutub positif (+) mobil yang akinya lemah. Biasanya terdapat tanda (+) atau tulisan 'POS' pada kutub posisif aki tersebut, jadi Anda perlu memeriksanya dahulu.

7. Kemudian pasanglah salah satu ujung kabel jepit yang berwarna hitam ke kutub negatif (-) dari aki mobil yang bagus, dan pasangkan ujung yang satunya ke bagian mobil yang akinya lemah, yang berbahan metal dan tidak tertutupi cat atupun krom, sebagai menjadi 'ground'.

8. Pastikan kedua kabel tersebut tak bersentuhan, apalagi dalam keadaan terkelupas. Jauhkan juga dari kipas mesin dan 'fan belt'.

9. Pastikan bahwa kondisi kontak mobil yang di-jumpstart dalam keadaan 'off' dan hidupkan mesin mobil yang akinya bagus, untuk mengisi tenaga pada aki mobil yang lemah. Setelah beberapa saat, jangan terlalu lama, hidupkan mobil yang mempunyai aki lemah.

10. Saat kedua mesin mobil telah hidup, lepaslah kabel hitam penghubung yang menempel pada body mobil dan kemudian ujung kabel yang menempel pada kutub negatif (-) aki mobil satunya. Kemudian, lepaskan kabel penjepit yang berwarna merah dari kedua kutub positif (+) aki kedua mobil. Sebelum menutup kap mobil, pastikan tak ada lagi yang terhubung pada kedua mobil.

11. Pastikan mesin mobil yang memiliki aki yang lemah terus menyala hingga minimal setengah jam, agar aki terisi tenaga.

Jika beberapa langkah di atas telah Anda lakukan, namun tetap saja keesokan harinya aki Anda tak kuat untuk men-'start' mobil, maka segera hubungi ahlinya atau mekanik yang berpengalaman. Jangan lupa, selalu utamakan keselamatan Anda. (bun)


Mobil Garasi Juga Perlu Ganti Oli

KapanLagi.com - Memiliki kendaraan lebih dari satu, kemungkinan yang sering terjadi adalah ada kendaraan yang jarang terpakai. Lebih banyak mengisi garasi. Karena jarang diajak jalan-jalan angka di tripmeter tidak cepat bertambah. Lalu, adakah efek buruk jika penggantian oli cuma bersandar pada indikator jarak tempuh?

Apabila mobil tidak dihidupkan dalam waktu lama atau jarang dipakai, sebaiknya penggantian oli juga diperhatikan. Berapa pun angka KM, jika oli mesin sudah lebih dari 3 bulan lebih baik ganti dengan yang baru. Kecuali, ada keterangan khusus baik dari pabrikan mobil maupun pabrikan oli.

Penggantian oli secara berkala ini perlu dilakukan agar kualitas maupun kuantitasnya tetap maksimal. Kondisi oli yang prima sangat dibutuhkan agar tugas pelumasan komponen-komponen mesin dapat berjalan dengan baik.

Terlepas dari masalah jarak tempuh maupun waktu pakai, ada ciri-ciri yang bisa kita kenali untuk mengetahui kualitas oli. Karena, bisa saja jarak tempuh masih pendek dan waktu pakai belum sampai 3 bulan tapi oli sudah masuk kategori rusak. Contoh, jika tercampur air setelah terkena banjir misalnya.

Ciri ciri oli yang sudah buruk diantaranya adalah warna yang sudah kehitam-hitaman (keruh). Jika dioleskan di ujung-ujung jari akan terasa kasar. Rasa kasar adalah tanda bahwa oli sudah banyak mengandung serbuk metal, maupun kotoran.

Pada beberapa kasus, oli mesin juga bisa berwarna coklat kental mirip susu coklat. Ini terjadi jika oli mesin tersebut telah bercampur air. Air ini bisa berasal dari mesin itu sendiri, akibat adanya kebocoran pendinginan. Bisa juga air ini berasal dari luar, seperti jika kendaraan terendam air atau memasuki genangan air. (rsd)


Waspadai Mesin Kurang Greng Saat Start

Dalam kondisi normal, begitu kunci kontak pada posisi "on" dan kunci diulir menuju titik start, mesin langsung menyala. Namun, pada kondisi tertentu terjadi sebaliknya. Mesin tidak langsung hidup dan kita mesti mengulangi beberapa kali mengulir kontak ke posisi start.

Kondisi ini merupakan permulaan dari kekurangberesan pada kelistrikan dan mesin. Dan ini sering dialami mobil dengan bahan bakar mesin, terutama yang masih menggunakan sistem pengapian platina.

Kesulitan menghidupkan mesin seperti kasus di atas terkait dengan masalah sempurna atau tidak sempurnanya pembakaran. Pembakaran akan berlangsung sempurna dengan syarat: kompresi masih bagus, campuran bahan bakar - udara yang tepat, dan posisi awal penyalaan atau percikan bunga api masih akurat dan bunga api masih bagus. Ditandai nyala api biru pada ujung busi.

Banyak kemungkinan yang menyebabkan mesin kurang fit. Tapi setidaknya ada tiga kemungkinan yang bisa menjadi penyebabnya.

1. Campuran Bahan Bakar

Kekurangtepatan tepatan campuran antara bahan baker dan udara, selain bisa karena mutu bahan bakar juga bisa disebabkan oleh setelan karburator yang kurang tepat. Terlalu rapat / renggang pada setelan Idle Mixture Adjusting Screw (IMAS) di karburator. (Pada mesin dengan sistem injeksi, hal ini biasanya terjadi karena setelan pada variabel resistor tidak tepat.) Juga bisa disebabkan karena kotornya saluran bahan bakar, saringan bahan bakar dan saringan udara.

2. Kompresi

Bila kompresi yang dihasilkan mesin lebih rendah dari yang dibutuhkan, sudah tentu akan mempersulit terjadinya pembakaran. Praktis mesin sulit hidup. Kekurangtepatan ini bisa terjadi karena celah katup yang tidak tepat, terjadi keausan pada dudukan dan kepala katup, banyak kerak karbon pada kepala dan dudukan katup.

Bisa pula karena ring piston aus, dinding silinder aus, atau gasket silinder head retak. Kerusakan pada komponen-komponen di atas dapat menyebabkan kebocoran kompresi sehingga tekanan yang dihasilkan mesin rendah.


3. Pengapian

Percikan bunga api yang kurang kuat dan kurang tepat juga dapat menyebabkan mesin susah hidup. Kondisi ini biasanya dipicu oleh platina yang sudah aus, lemahnya daya serap kondensor atau pun karena nilai tahanan kumparan pada coil pengapian sudah tinggi akibat panas. Jika komponen-komponen itu masih bagus bisa disebabkan oleh berubahnya awal pengapian dan ukuran celah platina yang telah berubah. Stel ulang sesuai standar.

Selain itu, percikan yang lemah dan tidak tepat juga dapat disebabkan oleh tahanan kabel busi yang tinggi dan celah busi yang terlalu besar.

Kebanyakan pengendara mendiamkan saja jika mengalami kasus mesin yang sedikit susah hidup. Mungkin karena mesin masih dapat dihidupkan setelah beberapa kali kunci kontak diputar. Padahal, apabila dibiarkan bukan tak mungkin muncul dampak yang jauh lebih buruk: baterai soak misalnya.
Baterai dapat soak karena pemakaian arus listrik yang berlebihan pada saat start.

Selain baterai soak, apabila terjadi campuran yang tidak tepat (pembakaran yang tidak sempurna) yang jelas konsekuensi berikutnya adalah tenaga mesin berkurang dan konsumsi bahan bakar menjadi boros.

Sebetulnya, setingan mesin yang mendukung kesempurnaan sistem pembakaran dapat terjaga apabila pengendara tidak mengabaikan jadwal engine tune up secara periodik. Karena, pada saat ini akan dilakukan penyetelan-penyetelan dan pemeriksaan komponen-komponen mesin.

Jadi, ingat. Jangan lupakan engine tune up secara periodik. Selain demi kenyamanan dan keamanan, dari sana problem-problem kecil akan dicegah agar tidak membesar. (astraworld/rsd)

Senin, 31 Desember 2007

Cara Mudah Perawatan 'Air Filter' Mobil Anda


Cara Mudah Perawatan ‘Air Filter’ Mobil Anda

KapanLagi.com - Seperti halnya manusia, jeroan mesin harus senantiasa sehat dan bersih. Itulah sebabnya, filter udara terasa begitu penting. Bila peranti penyaring kualitas udara menuju bahan bakar tak berfungsi dengan baik, udara yang masuk bersama bahan bakar menuju ruang mesin adakalanya bercampur debu dan mengganggu kinerja mesin. Paling sederhana mengakibatkan mesin ‘terbatuk-batuk’.

Untuk itu, ada baiknya kita selalu teliti dalam memilih filter udara yang dijual di pasaran. Memang, perawatannya relatif mudah, tinggal melepas filter dari sarangnya, lalu menyemprotkan kompresor. Cuma, bila tak dirawat dengan baik, amat mungkin tak bisa panjang umurnya.

Berbagai merek saringan udara amat melimpah di pasaran saat ini. Dari yang terbuat dari karton dan menjadi suku cadang standar kendaraan. Menyimak aneka jenis filter udara yang ada di pasaran, tentulah cara merawatnya berbeda-beda. Karena itu, cermati trik jitu agar saringan tetap bersih dan terawat dengan baik.

Untuk filter yang terbuat dari karton, usia pakainya paling banter Cuma sekitar 2500 km hingga 5000 km. Selebihnya, harus segera diganti. Karena kelemahan dari filter ini, pada usia pakai tertentu, permukaan karton menjadi ‘berbulu’. Bila hal ini dibiarkan, serpihan lembut yang bercampur dengan debu itu bisa ikut masuk ke ‘dapur pacu’ alias ruang pembakaran. Efek sampingnya, permukaan silinder akan tergores.

Merawat filter karton, relatif mudah. Angkat filter dari sarangnya, lalu bersihkan dengan kompresor udara. Kalau perlu, bagian pinggir filter diketuk pakai gagang obeng hingga debu yang melekat rontok semua.


Berbeda dengan filter yang terbuat dari spons. Umumnya mampu bertahan hingga 15.000 km atau setahun pakai. Seringan yang satu ini, merawatnya juga mudah. Celupkan saringan spons ke dalam air, lalu cuci pakai deterjen. Setelah benar-benar bersih, keringkan dengan cara diangin-anginkan ataupun dijemur tapi jangan sampai kena matahari secara langsung. Setelah kering, filter siap dipasang kembali.

Untuk filter berbahan serat katun, lain lagi ceritanya. Yang satu ini, perawatannya rada mahal, lantaran harus dibersihkan pakai cairan khusus. Untuk K&N misalnya, ada larutan pembersihnya sendiri. Pembersih yang terdiri dari sabun khusus dan oli ini, penggunaannya agak khusus.

Setelah filter dilepas dari rumahnya, kemudian peranti penyaring udara itu diketok hingga semua debu dan kotoran yang menempel rontok semua. Namun, saat ‘mengetok’ filter udara tersebut, usahakan menggunakan landasan yang empuk, seperti ban misalnya.

Tahap selanjutnya adalah menyiram filter tersebut dengan air yang mengalir, baru kemudian disemprot dengan cairan sabun khusus. Setelah didiamkan selama kurang lebih 5 menit, filter tersebut kemudian disiram kembali dengan air. Proses tersebut diulang hingga air sisa pencucian terlihat lebih bening.

Sebelum proses pengolesan dengan oli dilakukan, filter mesti dikeringkan. Ada dua cara yang dianjurkan, yakni yang pertama dengan hair dryer atau dengan compressor, tetapi dengan tekanan angin yang serendah mungkin. Akhir dari proses perawatan filter udara ditutup dengan pengolesan oli khusus.

Kamis, 20 Desember 2007

Timing Belt

Timing belt adalah suatu komponen dalam mesin mobil yang punya tugas mengatur kerja mesin yaitu menghubungkan putaran crankshaft ( penggerak piston ) dan putaran camshaft ( penggerak klep ) sesuai dengan firing order masing masing silinder.Komponen ini sewaktu- waktu bisa putus karena materialnya yang memang dibuat dalam kekuatan pada jangka waktu tertentu.Kapan saat putuspun sulit dideteksi oleh orang yang tak mengerti tentang mesin karena gejalanya tidak jelas dan tempatnya ada didalam mesin (tidak terlihat dari luar).Masih dekat dengan kerja timing belt ada lagi satu komponen yaitu bearing tensioner yang berfungsi menjaga kekencangan dari timing belt.Seorang mekanik yang berpengalaman biasanya dapat mendeteksi kerusakan yang terjadi pada komponen ini dengan mendengarkan suaranya saat mesin hidup.Untuk melihat tingkat kerusakannya kita harus melihat secara fisik dengan melepas komponen ini.Biasanya timing belt yang retak-retak bakalan putus dalam waktu dekat,jadi segeralah ganti bila ada indikasi seperti ini.
Gantilah timing belt paling lambat setiap 50.000 KM dan lakukanlah penggantian oleh mekanik yang ahli.Jangan coba-coba menggantinya sendiri jika anda tidak ahli dalam hal mesin atau tanyakan ke dealer mobil anda,saya sarankan juga untuk mengganti bearing tensionernya sekalian juga untuk menghindari 2 kali kerja yang tentunya tambah biaya.
Jika anda membeli mobil bekas ,segera ganti timing belt dengan yang baru terlebih dahulu sebelum anda mengoperasikan mobil tersebut.Mintalah yang genuine parts sehingga terjamin kualitas dan kekuatannya,jangan pilih yang harganya lebih murah tapi kualitas tidak terjamin,mendingan mahal tapi everlasting.(OS)

Selasa, 18 Desember 2007

Overheating? Don't worry

Pertolongan Pertama Pada Mesin Panas
Pada waktu enak-enaknya tancap gas,tahu-tahu indikator temperatur mesin langsung naik.tentunya hal ini membuat kita jadiketakutan dan juga bingung,lho kenapa nih mobil kok tiba-tiba jadi panas.Biasanya karena hal itu kita langsung nyetir nggak karuan karena panik.
Sebenarnya deteksi lain selain jarum indikator temperaturnya mulai naik tadi ada beberapa hal yang juga menunjukkan gejala mesin panas ,biasanya tenaga mobil mulai loyo tak bertenaga secara tibat-iba.Selain itu mesin mobil mendadak 'nglitik".Makanya,kalo mobil ngambek seperti itu langsung perhatikan indikator temperatur suhu mesinnya.
Langkah pertama yang harus dilakukan adalah kita lebih baik pinggirkan mobil terlebih dahulu karena kalau jarum temperatur sudah sampai area merah ( garis H ),seumpama mobil dipaksa jalan terus mesinnya bakalan jebol dan perbaikannya bakalan banyak juga.Jangan panik tunggu sampai mesin dingin sambil buka kap mesin dengan mesin mati tentunya.Ingat!Jangan sekali-kali membuka tutup radiatornya jika terjadi overheating,karena jika langsung dibuka maka uap air panas dari radiator akan menyemprot keluar.Selanjutnya periksa dulu apakah Radiator fan-nya bekerja dengan baik.Periksa saja dengan putar kunci kontak ke posisi ON,kipas harusnya berputar kerena mesin dalam keadaan overheating,kalo nggak berputar berarti ada yang bener dengan radiator fan-nya.Untuk model kipas pendingin manual (pakai fan belt),periksa fan belt apakah kendor/putus karena fan belt ini juga untuk memutar water pump.Periksa Fuse/sekering untuk fan radiator,kabel-kabel dari kemungkinan kendor/putus.Cek juga slang-slangyang terhubung dari radiator ke mesin,pastikan semuanya terpasang dengan benar dari lekukannya sampai klem penguncinya
Kalau dirasa mesin sudah dingin kira-kira 15 menitan baru periksa isi radiator apakah airnya habis,ingat pada saat membuka tutup radiator jangan langsung dibuka,melainkan perlahan dngan kain lap dengan tujuan agar uap air bisa keluar dahulu,setelah keluar semua baru tutup radiator bisa dilepas,setelah itu isi kembali radiator sampai penuh.Selanjutnya anda bisa jalan lagi setelah mesin dingin sambil cari bengkel terdekat atau tukang radiator untuk periksa radiatornya...tenang nggak usah panik!